Skip to content

Menara Miring Pisa

Menara Miring Pisa (Bahasa Italia: Torre pendente di Pisa atau disingkat Torre di Pisa) adalah sebuah campanile atau menara lonceng katedral di kota Pisa, Italia.

Menara Pisa sebenarnya dibuat agar berdiri secara vertikal seperti menara lonceng pada umumnya, namun mulai miring tak lama setelah pembangunannya dimulai pada Agustus 1173. Ia terletak di belakang katedral dan merupakan bangunan ketiga Campo dei Miracoli (lapangan pelangi) kota Pisa.

Ketinggian menara ini adalah 55,86 m dari permukaan tanah terendah dan 56,70 m dari permukaan tanah tertinggi. Kelebaran dinding di bawahnya mencapai 4,09 m dan di puncak 2,48 m. Bobotnya diperkirakan mencapai 14.500 ton. Menara Pisa memiliki 294 anak tangga. Dengan adanya menara ini, sektor pendapatan ekonomi jadi bertambah karena adanya objek wisata

Bermula dari pelabuhan Livorno yang  berjarak 15 mil atau sekitar 24 kilometer dari Menara Pisa. Untuk sampai ke bangunan yang terkenal ini dari alun-alun kota Livorno tepatnya dari Piazza Grande harus naik bus  ke stasiun kereta api di pusat kota Livorno atau Livorno Centrale.

Kemudian kita bisa memulai perjalan berikutnya dengan kereta api menuju Pisa. Jadwal kereta api hampir setiap duapuluh menit sekali. Jarak tempuh yag tidak terlalu jauh ini hanya memerlukan waktu tempuh 15-20 menit. Untuk mengurangi antrean dan menghemat waktu pada saat kembali, sebaiknya kita membeli tiket pulang pergi . Kita akan diberikan tiket yang berlaku selama 7 jam, sedangkan tiket bis kota yang bisa di beli dari kios-kios majalah hanya berlaku dalam jangka waktu 75 menit.

Setibanya di stasiun Pisa Centrale, kita bisa memilih transpotasi, apakah mau jalan kaki atau mau naik taxi ke arah menara yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Kami memilih untuk berjalan kaki. Gerimis hujan dan angin yang sukup kencang membuat suhu udara pagi itu menurun drastis.

Suhu udara pagi ini paling rendah mencapai 6,5°C dan tertinggi juga hanya 11 derajat.  Rute untuk mencapai komplek Campo dei Miracoli atau Alun-alun Keajaiban sebenarnya tidak susah, hanya saja karena kita berjalan di antara bangunan-bangunan yang cukup tinggi, kita tidak bisa melihat menara itu dari jauh. Tetapi hanya dengan menempuh jalan lurus dari stasiun kereta anda tidak akan tersesat.

Setelah menyebrangi jembatan di Sungai Arno anda sudah berada beberapa ratus meter dari menara. Menara yang hanya berketiggian 56 meter ini masih belum bisa kita lihat kaena tidak ada tempat yang lapang dari bangunan kota yang rata-rata bertingkat dua atau tiga.

Begitu memasuki jalan terakhir menuju alun-alun anda akan tercengang dengan taman yang luas dan jalan yang lebar hanya untuk pejalan kaki. Anda sudah berada di tempat bersejarah dan terdaftar mendapat perlindungan dari UNESCO (Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan PBB).

Sejarah

Menara Pisa ini mulai dibangun tahun 800 tahun yang lalu tepatnya 1173 dalam jangka waktu 200 tahun dan dalam 3 tahap, sebagai sebuah karya seni yang berlangsug dalam tiga tahap dengan pembangunan pertama adalah lantai pertama yang berupa tiang-tiang. Menara ini adalah menara lonceng yang berdiri sendiri diantara tiga bangunan di komplek ini.

Menara mulai tenggelam setelah lantai tiga selesai karena fondasi bangunan yang terbuat dari tanah yang tidak stabil. Pembangunannya kemudian terhenti hampir seratus tahun karena keadaan perang.

Pembangunannya kembali dilanjutkan pada seratus kemudian pada tahun 1272 oleh  Giovanni di Simone, seorang arsitek dari Camposanto. Untuk mengimbangi kemiringan dibuat bangunannya lebih tinggi pada satu sisi, ini membuat menara ini miring kearah lain. Dengan demikian bangunan ini sendiri menjadi melengkung. Kemudian karena perang berlanjut lagi pembangunannya kembali mengalami penundaan.

Lantai ketujuh selesai dibangun tahun 1319, dan ruang lonceng belum ditambahkan sampai tahun 1372, dimana ada tujuh lonceng yang mempunyai nada-nada dari tangga nada mayor.

Kemiringan dan turisme

Kemiringan bangunan ini yang menjadi daya tarik sebagai objek wisata. Kemiringannya tercatat sampai 5.5 derajat atau 3.9 meter dari seharusnya jika tegak lurus. Yang mungkin tidak direncanakan demikian oleh pendirinya. Hal ini terjadi karena fondasi bangunan yang tidak stabil.

Kemiringan ini juga menjadi kekhawatiran dari pemeritah dan pihak-pihak yang berwenang. Sehingga diadakan suatu usaha untuk mengembalikan ke posisinya yang tegak lurus. Usaha ini mulai di munculkan tiga ratus tahun lalu. Tahun 1964 pemerintah meminta bantuan agar bangunan tidak rubuh tetapi tetap mempertahankkan kemiringanya untuk menarik minat wisatawan.

Pada tahun 1990 sampai tahun 2001 dianggap kemiringannya telah menjadi berbahaya dan akan roboh jika tidak segera dilakukan penyelamatan. Sejak itu mulai dilakukan perbaikan dengan mengerahkan ahli-ahli assitek, insinyur bangunan dan ahli matematika serta ahli sejarah untuk proyek ini. Proyek ini sukses dan pada tahun 2001 menara ini dinyatakan aman dan  dibuka kembali untuk kunjungan wisata. Bahkan kita bisa naik sampai kepuncak atas menara.

Spesifikasi

Tinggi menara 55.86 meter dari bagian terendah dan 56.70 meter dari bagian tertinggi bangunan. Lebar tembok di dasar 4.09 meter dan lebar di puncak bangunan 2.48 meter.                  Jumlah tangga keatas 294-296. Kemiringan sebelum distabilkan adalah 5.5 derajat, setelah proses stabilisasi kemiringannya menjadi 3.99 derajat. Atau miring 3, 9 meter pada puncak menara.

Jumlah lantai 8, jumlah lonceng 7 buah dengan masing-masing seberat 562 kg lonceng ketujuh, 1,000 kg lonceng keenam, 1,014 kg lonceng kelima, 300 kg lonceng keempat 1,448 loceng ketiga, 2,462 kg lonceng kedua serta 3,620 kg lonceng pertama. Semua lonceng ini dibuat pada tahun yang berbeda bahkan ada yang jaraknya sampai 400 tahun.

Komplek ini di beri pagar untuk menjaga kelestariannya, sedangkan diluar komplek kita bisa mendapatkan aneka cendera mata dari kaos sampai miniatur menara dari berbagai bahan.

Jika ingin naik ke menara atau hanya mengunjungi gereja dan bangunan tempat pembaptisan di kenakan sejumlah biaya tiket. Disekitar komplek ini ada beberapa tampat menarik lainnya yang bisa anda kunjungi seperti museum, piazza del cavalieri atau hanya sekedar santai duduk-duduk dihalaman hijau dari alun-alun keajaiban ini. Jika anda harus berkejaran dengan waktu tidak ingin berjalan kaki ke stasiun kereta api kita bisa naik taxi

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: